EkonomiKabupaten Sorong SelatanPapua BaratTeknologi

Bupati Sorong Selatan Buka Pelaksanaan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan

Teminabuan,WartaPapua.Id,- Bupati Sorong Selatan Samsudin Anggiluli,SE,MTr.AP secara resmi membuka pelaksanaan  Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) Sorong Selatan Tahun 2022 bagi para Nelayan dan pihak terkait diKabupaten Sorong Selatan bertempat di Aula Dinas Perikanan Kabupaten Sorong Selatan 31 Mei 2022 dilakukan secara daring dan Tatap Muka.

Pembukaan ini ditandai dengan penabuhan tifa,penyematan tanda peserta serta penyerahan jaket keselamatan oleh Bupati Sorong Selatan Samsudin Anggiluli,SE,MTr.AP.

Hadir dalam Kegiatan ini Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, M.Si ,Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, MT ,Kepala Balai Besar MKG Wilayah V Jayapura, Hendro Nugroho, ST, M.Si , Koordinator Stasiun Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Provinsi Papua Barat, Indar Adi Waluyo, S.Si , Kepala Kantor Kelautan dan Perikanan Kab. Sorong Selatan, Isak Meres, S.H, M.Si , Dandim 1807 Sorong Selatan yang diwakili Letda Inf. Melki Roberto Tahuk selaku Pasminlog Kodim 1907 / Sorong Selatan , Kapolres Kab. Sorong Selatan , Kepala BPBD Kab.Sorong Selatan , Kepala BASARNAS Kab. Sorong Selatan , KAUPT BMKG Wilayah V Papua dan Papua Barat ,. Kepala Stasiun Meteorologi Maritim dan Mandatory BMKG.

Bupati Sorong Selatan Samsudin Anggiluli,SE,MTr.AP dalam sambutanya menjelaskan bahwa Memasuki peralihan musim yang biasanya dibarengi dengan makin seringnya muncul kejadian bencana hidrometeorologis dan cuaca ekstrim berupa hujan lebat, angin kencang bahkan gelombang tinggi di laut yang berdampak terjadinya ROB di pesisir. Hal ini meningkatkan perhatian beberapa kalangan tentang potensi terganggunya ketahanan pangan termasuk di sektor kelautan dan perikanan. Untuk itu perlu dilakukan upaya pendekatan guna mengantisipasi atau mengatasi masalah gelombang ekstrim tersebut untuk mewujudkan visi dan misi program Nawacita tentang “Kedaulatan Pangan dan Pengembangan Ekonomi Maritim dan Kelautan” terutama di masa adaptasi kebiasaan baru sekarang ini.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai institusi yang salah satu tugasnya berwenang menyelenggarakan pengamatan cuaca dan iklim serta memberikan informasi cuaca dan iklim, telah membuat beberapa program kegiatan sebagai bentuk respon berupa rencana aksi. Melalui Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) 2022 diharapkan peningkatan pemahaman para nelayan dan penyuluh perikanan serta komunitas nelayan dan stakeholder maritim lainnya terkait informasi cuaca maritim dan pemanfaatannya sehingga dapat mendukung kegiatan pemerintah dalam hal ketahanan pangan serta nawacita pembangunan di bidang maritim/kelautan.

SLCN ini juga merupakan program prioritas nasional dengan tujuan utama untuk memberikan pemahaman terkait pemanfaatan informasi cuaca dan iklim secara efektif dalam mendukung kegiatan perikanan dan kelautan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi media pertukaran pengetahuan, informasi, diskusi dan ajang berbagi pengalaman dari para narasumber, penyuluh perikanan, komunitas Nelayan, Media Cetak dan Elektronik serta stakeholder maritim lainnya.

“ Saya berpesan kepada hadirin yang mengikuti kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) Sorong Selatan Tahun 2022, gunakanlah kesempatan ini untuk menimba pengetahuan dengan baik, sehingga nantinya dapat memiliki pengetahuan dan ketrampilan untuk menunjang kegiatan di tempat masing-masing dan meningkatkan produksi perikanan, baik untuk nelayan tangkap atau pun budidaya,”ungkap Bupati

Sementara itu Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Bpk. Guswanto, M.Si ,Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Bpk. Eko Prasetyo, MT dalam sambutanya secara daring berharap kiranya kegiatan dapat bermanfaat yaitu dalam rangka mendukung program nawacita Presiden RI pengembangan ekonomi Maritim dan kelautan

Kegiatan ini sangat bermanfaat yaitu untuk peningkatan pemahaman kepada stakeholder dan masyarakat mengenai pentingnya informasi cuaca dan iklim maritim untuk kegiatan kelautan dan perikanan.

Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) merupakan bentuk pendekatan yang bertujuan memberdayakan nelayan, penyuluh perikanan dan stakeholder terkait untuk memahami dan memanfaatkan informasi cuaca serta iklim maritim secara efektif.

Dengan pemanfaatan teknologi kiranya nelayan nelayan tradisional dapat memanfaatkan pengetahuan yang akan diberikan dalam  Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN

Saat ini dengan teknologi dari BMKG nelayan dapat mengetahui cuaca yang terjadi dilautan maupun spot spot lokasi keberadaan ikan sehingga nelayan langsung dapat menangkap ikan bukan mencariikan lagi pada lokasi yang telah terdeteksi sehingga akan mengefesiensi waktu,dan biaya operasional  dan tangkapan nelayan semakin baik .

Kabupaten Sorong Selatan dipilih sebagai tempat kegiatan karena memiliki wilayah kelautan yang luas dan sebagian besar wilayahnya memiliki perairan payau,yang serta  memiliki sumberdaya kelautan yang banyak ”ujarnya (EngelBerto)

 

Warta Papua

Official FB : https://fb.wartapapua.id Official IG : https://ig.wartapapua.id

Related Articles

Tinggalkan Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Disable Adblock Browser Anda