Ekonomi

Pemkot Sorong Tetapkan Tarif Angkot Dalam Kota

Sorong, wartapapua.id – Aksi mogok yang dilakukan oleh sopir angkutan kota (Angkot) di Kota Sorong menuntut agar pemerintah Kota (Pemkot) Sorong segera menaikan tarif angkutan umum, akhir dijawab pemerintah dengan menetapkan tarif angkutan umum dalam Kota Sorong.

Pertemuan lanjutan yang berlangsung kurang lebih 3 jam di ruang VIP Kantor Walikota Sorong antara Asisten III Setda Kota Sorong, Kepala Dinas Perhubungan Kota Sorong, Kepala Bagian Hukum Setda Kota Sorong, Kasatlantas Polres Sorong Kota, Ketua dan Sekretaris Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Sorong, Kepala LLAJR Kota Sorong, Kabid Angkutan Darat dan perwakilan pengusaha dan sopir angkutan kota dan disaksikan oleh anggota Komisi II DPRD Kota Sorong, Safruddin Sabonama berlangsung alot namun akhirnya berhasil menyepakati satu kesepakatan terkait tarif angkutan dalam Kota Sorong.

Asisten III Setda Kota Sorong, Hanock Talla seusai pertemuan kepada awak media mengatakan, pertemuan hari ini termasuk cepat tetapi kalau dilihat dari substansinya pertemuan ini harus dilakukan kurang lebih seminggu baru dapat membuat keputusan karena ini harus dilakukan kajian terkait dengan fenomena kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Èkami sudah berdiskusi dengan semua pihak yang hadir yang mengacu pada regulasi dan aturan yang ada sehingga dalam diskusi tersebut telah disepakati yang sudah dituangkan dalam berita acara dan akan ditindaklanjuti dengan penerbitan Surat Keputusan Walikota Sorong tentang penetapan tarif angkutan umum di Kota Sorong.

“Pemerintah sangat mengharapkan apa yang sudah menjadi kesepakatan pemerintah jangan sampai menjadi polemik khususnya pada pengusaha angkutan umum. Oleh karena itu Dinas Perhubungan dan Kabid LLAJR akan terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap apa yang menjadi keputusan pemerintah daerah,” harap Hanock.

Dikatakan Hanock, dalam pertemuan ini hanya disepakati tarif angkutan untuk anak sekolah (pelajar dan mahasiswa) dinaikan dari tarif awal tahun 2015 sebesar Rp. 3.000 menjadi Rp. 4.000 dan untuk penumpang umum dari Rp. 4.000 dinaikan menjadi Rp. 7.000, dan mudah-mudahan tarif ini bisa diterima oleh para pengusaha angkutan umum khususnya para sopir angkot dan mulai berlaku sejak hari ini, Senin 5 September 2022, pukul 19.00 Witim.

Terkait sangsi yang akan dikenakan apabila tidak melaksanakan kesepakata ini kata Hanock, dalam pertemuan ini belum berbicara sampai tingkat tersebut tetapi kalau sudah ada SK Walikota maka akan diatur oleh Dinas Perhubungan Kota Sorong. (JASON)

Related Articles

Tinggalkan Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Disable Adblock Browser Anda