EkonomiKabupaten ManokwariKabupaten Manokwari SelatanPapua Barat

Menimbulkan Kerugian di Masyarakat Adat Papua Izin Perusahaan Kelapa Sawit PT. MPHS Harus Dicabut

Sorong,wartapapua.id – Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberay Papua Barat, Mananwir Paul Fincen Mayor, S.IP kepada media ini menegaskan karena tidak menguntungkan masyarakat adat Papua jadi izin operasional perusahaan kelapa sawit PT Medco Papua Hijau Selaras (PT MPHS) harus dicabut.

Pasalnya, Sejak Tahun 2007 berdirinya Perusahaan Kelapa Sawit Medco Papua Hijau Selaras ( PT MPHS) selalu saja ada masalah Bahkan Manager Perusahaan Kelapa Sawit tersebut selalu saja tidak bertahan lama dan kalaupun lama pasti cuman 7 bulan karena sistem operasi Perusahaan Kelapa Sawit tersebut kurang maksimal.

Perjanjian awal waktu perusahaan kelapa sawit tersebut pertama kali masuk ke wilayah Manokwari bahwa masyarakat adat di wilayah tersebut dan para kepala suku beserta keluarganya akan diperhatikan dan diberi posisi didalam perusahaan kelapa sawit tersebut nyatanya sekarang tidak Seperti itu malahan sebagian besar diberhentikan dengan tidak hormat terhadap Hak-hak Dasar Masyarakat Adat setempat. Ini sangat

Prihatinkan dan menyakiti hati Masyarakat Adat Papua.
Dibeberkan Mananwir, Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat selalu mendampingi Masyarakat Adat dengan Pihak perusahaan kelapa sawit tersebut selama beberapa tahun ini namun menurut Pandangan Kami tidak ada niat baik dari pihak perusahaan untuk memberdayakan, menghormati, melindungi dan tidak ada keberpihakan terhadap Hak-hak Dasar Masyarakat Adat Papua pemilik Hak Ulayat di wilayah tersebut maka kami desak izin Usaha Perusahaan Kelapa Sawit tersebut untuk dicabut oleh Pemerintah Daerah.

Hal itu juga membuat Masyarakat Adat Papua di Wilayah Perkebunan kelapa sawit tersebut tidak nyaman dengan kondisi tersebut.
Dikatakan Mananwir, Apalagi sering terjadi Masalah Baik antara Pekerja Kebun Sawit yang Ribuan Hektar itu di wilayah Warmare, Prafi, masni dan sidey di kabupaten Manokwari ini sebenarnya karena Mekanisme kerja di Perusahaan Kelapa Sawit tersebut yang menurut Pandangan Kami Tidak Profesional dan Maksimal.
Lanjut Mananwir, Salah satu contoh ada salah satu Tokoh Masyarakat Adat setempat yang membawa masuk perusahaan tersebut ke wilayah Manokwari kemudian sekian lama ketika merasa hak-haknya sebagai Tokoh Masyarakat Adat Papua yang mengizinkan dan membawa masuk perusahaan kelapa sawit tersebut komplain ke Pihak perusahaan baru kemudian melaporkan masalah tersebut ke Dewan Adat Wilayah III Doberay Papua Barat dan kami turun ke lokasi kemudian selesaikan masalah tersebut. Dengan pernyataan bahwa Tokoh Masyarakat Adat tersebut diangkat menjadi salah satu Pejabat di Perusahaan Kelapa Sawit tersebut namun tidak pernah ditraining oleh pihak perusahaan. Padahal permintaan dari Dewan Adat Papua agar yang bersangkutan harus ditraining oleh pihak perusahaan Agar mengerti mekanisme kerja di posisi jabatannya. Nah beberapa Minggu lalu yang bersangkutan mengeluarkan surat undangan rapat menggunakan kop surat perusahaan kemudian langsung “dipecat” oleh perusahaan tersebut dan ditekan untuk menandatangani Surat Pemutusan hubungan Kerja dan ini tindakan yang tidak benar dan tidak tahu adat. Percuma berinvestasi di Tanah adat kami tapi tidak menghargai Hukum adat Papua itu adalah tindakan melanggar hukum Adat di tanah Papua.
Oleh sebab itu kata Mananwir, kami desak untuk Pemerintah Kabupaten Manokwari maupun Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk segera mencabut izin usaha dari Perusahaan Kelapa Sawit tersebut karena telah melanggar hukum Adat Papua dan juga tidak menghargai Masyarakat Adat Papua pemilik Hak Ulayat di wilayah adat Papua.

“Kami desak segera pemerintah daerah cabut izin usaha dari Perusahaan Kelapa Sawit tersebut. Karena telah merugikan masyarakat adat dan tidak menghargai Hukum adat Papua serta kedepannya pasti akan selalu menimbulkan rasa tidak nyaman dimasyarakat lalu akan melahirkan masalah -masalah baru ditengah-tengah masyarakat adat Papua,” tutup Mananwir. (jd)

Related Articles

Tinggalkan Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Disable Adblock Browser Anda