Agama & BudayaKabupaten Sorong SelatanPapua Barat

Terima  Abu ,Umat Paroki St Albertus Agung Teminabuan Canangkan Masa Tobat   

Teminabuan,WartaPapua.Id,- Menandai  masa Tobat atau Puasa Pra Paskah dalam liturgi Gereja Katolik Umat Paroki St St Albertus Agung Teminabuan melaksanakan perayaan Hari Rabu Abu,bertempat di Gedung Gereja Paroki St St Albertus Agung Teminabuan di Jalan Lamson Tengki Kampung Namro Distrik Teminabuan.Kabupaten Sorong Selatan Papua Barat 2 Maret 2022.

Dalam dialog singkat dengan media ini Pastor Paroki St Albertus Agung Teminabuan Zepto Triffon Polii,Pr,-menjelaskan bahwa dalam Liturgi Gereja Katolik Perayaan Hari Rabu Abu secara resmi menandai  masa Tobat atau Puasa Pra Paskah

“Terima Abu ,Umat Paroki St Albertus Agung Teminabuan Canangkan Masa Tobat”

Dijelaskan bagian inti dari perayaan ini adalah  penandaan dengan Abu sebagai tanda komitmen orang untuk memperbaharui dirinya dan hidupnya atau untuk perubahan pembaharuan diri.

Dengan peristiwa ini diharapan agar supaya umat Katolik betul betul menghayati perayaan ini, bukan sekedar suatu formalitas akan tetapi sungguh dihayati sebagai upacara liturgis yang menjadi tanda komitmen dan diharapkan agar umat menghayati dengan benar.

“ Ini berdampak pada banyak hal yaitu berpuasa ,berpantang ,berdoa dan berderma,” ungkapnya

Hal hal ini harap dihayati bukan hanya pada sisi luaran saja tetapi pada sisi bathin, lewat berderma kita bertanya tentang apa sebenarnya, yang mendorong kita untuk berderma ,melalui  berpuasa ,kita diajak untuk bertanya terus menerus apa sebenarnya yang mendorong orang untuk berpuasa dan demikian juga dengan hal berdoa.

Lebih lanjut dijelaskan Pastor,bahwa  kebajikan kebajikan hidup beragama  dilaksanakan sebagai sesuatu kebajikan hidup yang harus dihayati bukan sekedar hanya dilakukan pada posisi luaran saja,”imbuhnya

Pastor Paroki St Albertus Agung Teminabuan Zepto Triffon Polii,Pr,- mengutarakan  apa yang disampaikan dalam Kothbah pada Misa Perayaan Rabu Abu 2 Maret 2022 menegaskan bahwa seringkali kita terbuai dengan melaksanakan tindakan tindakan baik dan tindakan suci.

“ Kita terbuai dengan tindakan tindakan eksternal itu,terkadang kita lupa sisi bathin atau sisi internal yang mendorong untuk menggerakan kita untuk mengikuti perintah dalam Injil Matius 6:1-6;16-18; yaitu Tuhan Yesus mengajak untuk membaharui hidup dari dalam hati demikian juga nubuat nubuatan  perjanjian lama untuk mengajak orang untuk memperbaiki diri dan memperbaharuhi hidup dari dalam.,” tandasnya

Beriman bukan semata mata vertical dan semata mata subjektif akan tetapi mempunyai dimensi social,” ujarnya

Disini  kita diajak untuk menaruh perhatian pada sisi atau Dimensi Sosial melalui KWI para Uskup Indonesia melalui Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi mengajak kita untuk merenungkan bagaimana membaharui kehidupan .

“ Kehidupan kita rusak karena berbagai persoalan baik penyakit, kemudian rusak karena keseimbangan alam ,rusak karena ekosistem terganggu,serta  rusak karena mata rantai kehidupan terganggu ,”bebernya

“ Karena keserakahan manusia maka manusia mendapatkan juga dampak berupa perubahan iklim,pergeseran musim,bencana alam,banjir,tanah longsor dan banyak hal lainya,“imbuhnya

Dengan demikian kita tidak boleh melihat semata mata sebagai gerak alam tetapi ada hubunganya dengan  tindakan tindakan manusia yang serakah.

“ Keserakahan manusia bersumber dari rusaknya relasi manusia dengan Allah yang mengakibatkan kerusakan alam,kerusakan Tata Sosial.,”

Masa Puasa kita kali ini mengajak kita untuk membaharuhi kehidupan,membaharui diri dan membaharui tata sosial dan membaharui kehidupan alam semesta.(EngelBerto)

Warta Papua

Official FB : https://fb.wartapapua.id Official IG : https://ig.wartapapua.id

Related Articles

Tinggalkan Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
%d blogger menyukai ini:

Adblock Detected

Mohon Untuk Disable Adblock Browser Anda