Kabupaten Sorong SelatanPemerintahan

Dana THR Sorong Selatan Belum Turun Ini Penjelasan Kepala BPKAD 

Teminabuan,WartaPapua.Id,Menampik Pemberitaan dari Media Baik TV Kabel CWM Dan Salah Satu Media On Line yang memberitakan bahwa Kabupaten Sorong Selatan Mengalihkan Anggaran Dana THR Tahun 2023 untuk Keperluan lain Kepala Badan Pengelolah Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Sorong Selatan  Frans Bernie Kewetare,SE,MTr AP angkat bicara  menurutnya  pernyataan nara sumber dari  2 Media tersebut  tidak benar dan tidak berdasar.

Menepis pernyataan ini Kepala Badan Pengelolah Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Sorong Selatan  Frans Bernie Kewetare,SE,MTr AP dalam releasenya menjelaskan bahwa pada prinsipnya Pemerintah Daerah akan membayar THR apabila transfernya telah dikirim oleh Pemerintah pusat kita bersabar dan menunggu dan komunikasih pun telah kita bangun dan kami bertanya jawabannya harap  bersabar karena masih dalam proses dan kita juga bersabar dan sementara  menunggu kondisi yang ada.

“ Disini kami akan mengklarifikasi terkait pernyataan seorang ASN yang disampaikan di media TV Kabel CWM dan  Media Online dan kita juga membaca-baca disejumlah Group WA terkait dengan Dana  THR 2023  sebenarnya kami pemerintah daerah siap untuk membayar THR ini namun kami juga mengalami keterbatasan dengan anggaran yang tersedia dan kami masih menunggu transfer dari Pemerintah Pusat, beda dengan tahun-tahun yang lalu, usai gaji di PNS di bayar kemudian Dana  THR juga di transfer,”Ungkapnya

Untuk tahun ini prosesnya agak sedikit panjang, data-data dan persyaratan yang mereka minta telah kami siapkan, sejak tanggaal 5 April 2023 usai  surat dari Kementerian Keuangan RI terkait  pembayaran THR kemudian data yang diminta juga kami sudah kirim data-data yang diminta namun prosesnya dipusat masih lama”,jelasnya

Kami juga sementara  menunggu” ,imbuhnya  siapa sih yang tidak mau dibayar THR ,kami di keuangan pun pingin dibayar demikian juga pegawai -pegawai juga pingin dibayar , tetapi yah prosesnya dari pusat kami di daerah masih tergantung kepada pusat, kita juga punya pendapatan yang ada juga belum signifikan untuk kita membayar, jadi kalau bicara Pemerintah seperti yang di beritakan oleh  CWM dan salah satu Media Online terkait Pemerintah pakai  uang sembarangan itu keliru ,siapa yang pakai  uang sembarangan karena  pengelolaan keuangan negara seperti yang kita ketahui  semua penggunaan keuangan daerah harus  sesuai dengan mekanisme yang ada “tegasnya

“ Memang untuk saat ini pengelolaan keuangan proses-prosesnya, sudah agak berbeda,tidak seperti  yang dulu, makin hari kedepan keuangan dipusat makin diperketat untuk itu kita harus bekerja dengan  kinerja yang baik  agar pemerintah pusat dapat  mentransfer,nya

Setiap bulan kita harus membuat laporan dan semua laporan kita harus dikirim untuk mendapatkan penganggaran berikutnya  dan ini kita sudah lakukan dan kita juga masih menunggu dan terus melakukan  komunikasi dengan Kementerian Keuangan RI  dan mereka minta agar bersabar dan ini bukan saja terjadi di Sorong Selatan, banyak daerah juga yang terjadi seperti kita dan  mungkin untuk daerah lain yang sudah membayar mungkin mereka membayar dari mereka punya Silpha yang mungkin kelebihan pada tahun lalu dan mereka pakai  untuk membayar itu

Tapi kami di Sorong Selatan kami tidak mempunyai dana cadangan sisa untuk membayar itu sehingga kita tetap masih menunggu Pemerintah Pusat dan kita berharap dalam waktu kedepan ini sudah bisa terleralisasi transfernya sehingga kita bisa membayarkan kepada pegawai-pegawai ASN di Sorong Selatan.

Harapan kami , kami mohon kesabaran dan pengertian kepada bapak ibu ASN yang ada terutama para orang-orang diluar sana yang tidak mengerti mekanisme yang sekarang terjadi dan jangan memprovokasi keadaan kami harapkan mari kita menjaga ketertiban dan keamanan di Kabupaten ini dan tentunya kita berharap investasi dan sebagainya serta ekonomi di Sorong Selatan bisa bergerak dengan baik,

Terkait pemberitaan yang tidak berimbang dari beberapa Media kami harapkan media tersebut tidak membuat pemahaman yang keliru dan sekiranya harus berimbang , karena jika kita mau menaikkan sesuatu argumen kita harus mengacu pada sumber, apakah benar atau tidak dan kira kira apa penjelasan dari pihak terkait,jangan  hanya mendengar sepihak saja, kalau dari sepihak saja memang seperti ini kondisinya, itu sama saja dengan memprovokasi tetapi kalau kita sebagai media yang baik kita haru bertanya kepada pihak disebelah apakah benar sehingga muatan yang disampaikan itu bisa berimbang tidak sepihak saja    ( Team/Red )

Warta Papua

Official FB : https://fb.wartapapua.id Official IG : https://ig.wartapapua.id

Related Articles

Tinggalkan Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Disable Adblock Browser Anda