AspirasiKabupaten SorongSosial

Ketua DAP Wilayah III Doberay : Diduga Oknum Anggota DPRD Kabupaten Sorong Main Proyek

SORONG, wartapapua.id – Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat adalah rumah besar masyarakat adat Papua yang membawahi 10 kabupaten dan 1 kota termasuk didalamnya Provinsi Papua Barat Daya telah menerima laporan dari seorang ibu pengusaha asli Papua yang merasa dirinya dipermainkan terkait pekerjaan peningkatan jalan lingkungan di wilayah Kabupaten Sorong yang diduga dilakukan oleh oknum anggota DPRD Kabupaten Sorong. Demikian dikatakan Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberay/Papua Barat, Mananwir Paul Fincen Mayor, S.IP kepada media ini melalui pesan Whats App, Rabu (8/12) siang tadi.
Dikatakan Mananwir, berdasarkan laporan yang disampaikan ibu Amelce Ayir bahwa pekerjaan peningkatan jalan lingkungan dengan panjang 100 meter yang dipermasalahkan merupakan usulan murni dari Amelce mewakili masyarakat Katapop Pantai, Distrik Katimin, Kabupaten Sorong, hal ini dibuktikan dengan adanya surat dari kepala Kelurahan Katimin Nomor : 632.3/128/2022, tentang Pengusulan Peningkatan/Pengaspalan jalan poros Katimin, tertanggal 23 Mei 2022.

Namun lanjut Mananwir, pekerjaan tersebut di katakan oleh PUPR Kabupaten Sorong adalah merupakan aspirasi dari oknum DPRD Kabupaten Sorong berinisial IY dari salah satu partai besar di Indonesia.
Ditambahkan Mananwir, seperti yang dijelaskan Amelce awalnya pekerjaan tersebut merupakan aspirasi dewan yang perjuangankan IY yang kemudian diserahkan kepada adiknya AY dan kemudian diserahkan lagi kepada ibu AJ namun setelah dicek ke lapangan pekerjaan tersebut sudah beralih ke Wrj. Hal ini yang membuat ibu Amelce merasa seperti ditipu dan dipermainkan oleh oknum DPRD Kabupaten Sorong.
“Saya selaku ketua DAP Wilayah Doberay/Papua Barat sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh oknum anggota DPRD Kabupaten Sorong, IY dan koleganya yang sudah secara tidak langsung menyengsarakan Orang Asli Papua (OAP) apalagi ibu Amelce adalah seorang perempuan Papua,” tegas Mananwir.
Dikatakan Mananwir, dengan tindakan seperti itu sama saja oknum anggota DRPD Kabupaten Sorong sudah menodai dan mencederai marwah dari Undang-Undang Otonomi Khusus yakni untuk mengangkat harkat dan martabat serta mensejahterakan Orang Asli Papua.
Lanjut Mananwir, jangan karena pelaksanaan Pemilihan Umum sudah semakin dekat jadi mengorbankan sesama orang asli Papua demi pencitraan untuk mendapat tempat dihati masyarakat.
“Besok, akan dilakukan mediasi, saya selaku Ketua Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay/Papua Barat meminta kepada pihak Polres Sorong dan PUPR Kabupaten Sorong agar dapat mencari solusi terbaik dengan tidak merugikan orang asli Papua apalagi yang bermasalah adalah seorang perempuan asli Papua,” pinta Mananwir.
Dan untuk oknum anggota DPRD Kabupaten Sorong yang juga adalah Orang Asli Papua kata Mananwir, harus dapat melihat dan memahami posisi dan jabatan yang bapak miliki dibanding dengan seorang ibu yang hanya kali ini baru mendapat pekerjaan untuk dapat meningkatkan taraf hidup dan martabat keluarganya. (jd)

Related Articles

Tinggalkan Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Disable Adblock Browser Anda