Kota Sorong

Pedagang Pasar Modern Rufei Jadikan Lobi Kantor Walikota Sorong Pasar Dadakan

Sorong, wartapapua.id – Ratusan pedagang  pasar Modern Rufei yang didominasi mama-mama Papua selasa siang (27/9) mendatangi Kantor Walikota Sorong sambil membawa dagangan mereka dan langsung berjualan di lobi Kantor Walikota.

Aksi ini sebagai bentuk protes lantaran sejak berjualan pada 19 Agustus 2022 sepi pembeli karena pasar lama (pasar boswesen) belum dibongkar sehingga warga tetap berbelanja di pasar tersebut, sehingga para pedagang menuntut Pemda Kota Sorong harus segera membongkar pasar lama.

Salasa siang lobi Kantor Walikota Sorong mendadak jadi pasar dadakan dari pedagang sayuran ikan dan buah-buahan yang berasal dari pasar Modern Rufei. Mama-mama Papua menggelar dagangan dan langsung berjualan layaknya seperti berjualan di pasar.

Dari pantauan media ini, para ASN di Kantor Walikota Sorong juga tergoda untuk melihat dagangan mama-mama Papua tersebut, sayur dan ikan yang sudah mulai membusuk dibuang begitu saja di pintu masuk lobi Kantor Walikota sehingga menghalangi siapa saja yang akan masuk ke kantor Walikota Sorong. Para pedagang pasar Modern Rufei mendesak Pemerintah Kota Sorong segera merelokasi pedagang-pedagang yang masih berjualan di Pasar Boswesen untuk dipindahkan ke pasar modern rufei.

Salah satu mama Papua, Paulina kepada media ini mengatakan, kami minta hari ini juga bapak Walikota harus bertindak menggusur pasar lama, karena kami ini rugi besar. Kami modal habis, sayur sampai rusak.

“Bukan hari ini saja, mulai dari diresmikan tanggal 19 Agustus sampai hari ini kami punya sayur tinggal main buang-buang saja, Karena tidak laku terjual. Apakah bapa Walikota tidak kasihan dengan kami masyarakat kecil ini,” ujar mama Paulina memelas.

Sementara mama  Juliana pada kesempatan yang sama juga menambahkan, hari ini mama-mama datang kesini dengan satu tujuan bahwa hari ini juga kita dengan pemerintah bongkar pasar Boswezen.

“Kita tidak butuhkan uang, kita mau hari ini juga pasar Boswezen harus dibongkar,” tegas mama Juliana.

Lanjut dia, sampai sekarang pasar Boswesen belum dibongkar. Padahal penjual pakaian, penjual ikan, penjual sayur, penjual barang-barang kecil sudah masuk, tetapi tidak ada orang yang belanja karena masih ada orang yang jualan di pasar Boswezen sehingga pembeli lebih memilih yang dekat mereka tidak mau ke pasar modern karena jaraknya jauh tapi kalau pemerintah membongkar pasar Boswezen maka mau tidak mau pembeli akan datang ke Pasar Modern until berbelanja.

Saat aksi protes digelar Penjabat Walikota Sorong, George Yarangga sementara dinas luar sehingga yang menemui para pendemo adalah Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kota Sorong Karel Gefilem.

Saat menemui para pendemo, Sekda meyakinkan para pedagang bahwa Pemerintah Kota Sorong akan segera mengambil tindakan tegas terhadap pedagang yang masih berjualan di Pasar Boswezen setelah berkoordinasi dengan Penjabat Walikota dan Forkopimda Kota Sorong.

“Pimpinan OPD yang ada tidak bisa mengambil keputusan. Kami akan lapor ke Walikota, nanti beliau rapat dengan kami, keputusannya bagaimana,” kata Plt Sekda Kota Sorong, Karel Gifelm kepada para pedagang.

Mendengar pernyataan Plt Sekda para pedagang merasa tidak puas, mereka tetap bersikeras untuk bertemu dengan Pejabat Walikota Sorong namun karena walikota tidak berada di tempat maka Dandim 1802 Sorong, Letkol inf Todi Imansyah langsung mengendalikan suasana yang mulai memanas sembari berjanji Pemkot Sorong akan mengganti semua dagangan yang telah dibawa para pedagang.

Pelaksana tugas Sekda Kota Sorong, Karel Gefilem langsung mengambil langkah cepat dengan memimpin rapat mendadak dengan Forkopimda Kota Sorong guna membahas rencana penggusuran pasar Boswesen dan memindahkan semua pedagang ke pasar Modern Rufei. (jason)

Related Articles

Tinggalkan Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Disable Adblock Browser Anda