AspirasiKota Sorong

DAP : PT PLN (Persero) Region Maluku-Papua Segera Selesaikan Ganti Rugi Tanah Adat Milik Keret Osok Malaimsimsa

Sorong, warta papua. Id –
Dewan Adat Papua sebagai rumah besar masyarakat adat di wilayah Doberay Papua Barat yang membawahi 10 kabupaten dan 1 kota mendapat laporan dari masyarakat adat Malamoi dari keret Osok-Malaimsimsa bahwa pemanfaatan tanah adat milik keret Malaimsimsa oleh PT PLN (Persero) Region Maluku-Papua untuk pembangunan menara sutet yang juga dilalui bentangan kaget belum mendapat konpensasi ganti rugi sampai saat ini dari PT PLN (Persero) Region Maluku-Papua. Demikian dikatakan Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberay, Mananwir Paul Fincen Mayor, S.IP kepada media ini dikediamannya, Minggu (22/10) siang.
“Saya baru saja menerima laporan dari masyarakat adat Malamoi atas nama Ibu Orpa Osok bahwa tanah adatnya (Osok Malaimsimsa) yang dilalui oleh bentangan kabel dari menara sutet hingga saat ini belum diselesaikan oleh PT PLN Region Maluku-Papua sebagai dampak dari pembangunan menara sutet dan bentangan kabelnya,”ungkap Mananwir.
Lanjut Mananwir, setelah kami mendapat laporan, DAP langsung menyurati PT PLN Region Maluku-Papua dengan nomor surat : 012/DAP-WIL.III-Dob/Ka.E.1.2/X/2022, tertanggal 21 Oktober 2022, Perihal : Rekomendasi Pembayaran Bentangan Kabel Tower Diatas Tanah Adat Osok.
Dikatakan Mananwir, dalam surat tersebut kami dari DAP Wilayah III Doberay menyampaikan kepada pimpinan PT PLN (Persero) Region Maluku-Papua untuk segera menyelesaikan hak-hak adat dan hak-hak masyarakat adat dalam hal ini hak atas kepemilikan Tanah Adat yang dimiliki atau dikuasai oleh Orpa Osok yang berasal di Jalan F. Kalasuat,  Kelurahan Malanu, Distrik Sorong Utara, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat.
Lebih lanjut Mananwir mengatakan, sebenarnya masyarakat Papua sangat mendukung adanya pembangunan di Papua Barat terlebih khusus di Kota Sorong, namun pemerintah dan para pengembang juga harus dapat memperhatikan hak-hak Adat yang dimiliki dan menjadi kearifan lokal serta Adat budaya yang selama ini dijaga dan dilestarikan oleh Orang Asli Papua.
Oleh karena itu kata Mananwir, lebih arif dan bijak lagi kalau pihak PLN  Region Maluku-Papua segera membayar hak Adat dari Ibu Orpa Osok sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan bagi hak Adat dari masyarakat Papua khususnya keret Osok sebagai pemilik tanah Adat yang sudah digunakan untuk pembangunan Sutet, sehingga kedepannya tidak ada permasalahan seperti demonstrasi di kantor perwakilan PT PLN Region Maluku-Papua oleh masyarakat adat Papua.
Untuk diketahui ada 16 titik bentangan kabel yang melalui tanah adat Osok-Malaimsimsa dengan rincian, jarak antara menara sutet 300 meter sehingga apabila dikalkulasikan luasannya adalah 1800 meter2. (id)

Related Articles

Tinggalkan Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Disable Adblock Browser Anda