AspirasiKota Sorong

Jangan Pilih Pemimpin Pelanggar HAM dan Politik Identitas

Seruan Moral Dewan Adat Papua :

SORONG, wartapapua.id – Mengikuti dan mencermati perkembangan kondisi perpolitikan nasional menuju Pemilihan Umum (Pemilu) 14 Februari 2024 yang sudah memasuki tahapan kampanye politik yang dimulai hari ini, Selasa 28 November 2023 hingga Rabu 10 Februari 2024, maka dengan ini Dewan Adat Papua (DAP) mengeluarkan seruan moral kepada seluruh elemen Masyarakat Adat Papua dan penduduk di 6 provinsi di Tanah Papua tertanggal 28 Nopember 2023.

Dewan Adat Papua sebagai rumah besar Masyarakat Adat Papua sebagai pemegang otoritas Adat di Tanah Papua dengan ini menyerukan kepada :

  1. Seluruh Masyarakat Adat Papua dan penduduk yang mendiami enam provinsi di Tanah Papua untuk tidak atau jangan memilih Calon Presiden Republik Indonesia (Capres-RI) dengan rekam jejak yang diduga kuat sebagai pelaku pelanggaran Hak Asasi Manusia ( HAM ) dan memainkan politik dinasti dengan menggunakan “kewenangan tertentu” untuk merebut kekuasaan di dalam Negera Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini.
  2. Dewan Adat Papua juga Menolak dengan tegas Calon Presiden Republik Indonesia yang maju dengan menggunakan Politik Identitas karena akan menghancurkan semua tatanan kehidupan Masyarakat di Tanah Papua maupun di seluruh wilayah di Indonesia.
  3. Dewan Adat Papua Perlu menegaskan kembali kepada semua Pihak bahwa masyarakat adat Papua mengalami kondisi trauma militeristik (Ketakutan yang mendalam atas kekejaman militer) dimasa lalu mengalami tindakan represif oleh rezim Orde Baru sehingga sampai saat ini banyak sekali korban-korban pelanggaran HAM Berat yang diabaikan dan tidak pernah ada perhatian Khusus oleh Negara terhadap kondisi hidupnya sampai saat ini.
  4. Dewan Adat Papua menyerukan kepada segenap Masyarakat Adat Papua dan penduduk Papua di enam provinsi di Tanah Papua untuk melihat dengan hati nurani yang Tulus dan bersih bahwa sesungguhnya kita memilih pemimpin yang mempunyai rekam jejak baik dan bersih atau berpihak kepada rakyat kecil serta dapat memberikan kepastian hukum bagi Masyarakat Adat Papua dan juga seluruh penduduk di Tanah Papua.
  5. Dewan Adat Papua menyerukan kepada seluruh Masyarakat Adat Papua dan penduduk di Tanah Papua untuk pilihlah pemimpin yang mencintai, menghormati harkat dan martabat orang Papua serta yang berpihak kepada kaum kecil atau kaum rakyat jelata dan tidak akan melakukan operasi militer di Tanah Papua tetapi mengedepankan pendekatan humanistic dan atau dialog berasas kekeluargaan untuk membangun kesejahteraan dan masa depan Papua yang lebih baik.
  6. Dewan Adat Papua menyerukan kepada Segenap anak-anak adat Papua yang ada di pemerintahan maupun diberbagai Partai Politik untuk memikirkan masa depan masyarakat adat Papua dan Masa Depan Generasi Penerus Orang Papua dengan Tidak mengajak masyarakat adat Papua maupun penduduk Papua untuk memilih Pemimpin dengan rekam jejak diduga kuat Terlibat sejumlah pelanggaran HAM di Tanah Papua dimasa lalu.
  7. Anak-anak Adat Papua jangan mengajak atau mengarahkan masyarakat adat Papua maupun penduduk enam Provinsi di Tanah Papua untuk memilih pemimpin yang menggunakan Politik Identitas ataupun Suku, Agama, dan Ras atau antar Golongan karena akan merusak tatanan kehidupan di Tanah Papua maupun di seluruh wilayah Indonesia.

Demikian Seruan Moral Dewan Adat Papua sebagai Rumah Besar Masyarakat Adat Papua dan Pemegang Otoritas Adat di Tanah Papua yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh seluruh Masyarakat Adat Papua dan Penduduk Papua di enam Provinsi di Tanah Papua.

Terima kasih,

Mananwir Paul Finsen Mayor, S .IP, CM.NNLP

Ketua Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay/ Provinsi Papua Barat Dan Papua Barat Daya

Related Articles

Tinggalkan Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Disable Adblock Browser Anda