Politik

Ingin Provinsi PBD Lebih Maju Dalam Pembangunan, Kader Dan Alumni GMNI Gelar Diskusi Publik

SORONG, wartapapua.id Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) sebagai gerakan nasional Indonesia yang berbasis perjuangan terhadap kaum buruh tani dan kaum tertindas seperti masyarakat adat dan juga orang-orang yang perlu ditolong yang tertindas oleh sistem dan hari ini ada provinsi baru yang lahir di tanah ini sehingga GMNI perlu untuk berkontribusi dalam membangun Provinsi Papua Barat Daya (PPBD) kedepan agar lebih baik lagi.
“Hari ini  GMNI sebagai organisasi mahasiswa dan juga para alumninya berkumpul berserikat dan berpendapat untuk bagaimana kader-kader GMNI ini dan para alumninya membangun Papua Barat Daya dalam berbagai sisi baik dari sisi politik, pemerintahan, adat kebudayaan dan juga ekonomi serta dari sisi hukum HAM,” kata Ketua DPP PA GMNI bidang Politik, Pemerintahan dan Hubungan Luar Negeri, Paul Finsen Mayor kepada awak media seusai memberikan materi pada Diskusi Publik dengan topik ‘Bagaimana GMNI Membangun Papua Barat Daya’ yang berlangsung di Sekretariat Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay, Sabtu 8 Juli 2023.

Lanjut Paul, kader GMNI dalam posisi ini harus kader yang produktif dan berkualitas sehingga mampu berkontribusi untuk membangun Papua Barat Daya kedepan, karena membangun provinsi baru seperti Papua Barat Daya harus melubtkaan seluruh elemen masyarakat termasuk mahasiswa dan alumni dari berbagai organisasi sehingga GMNI mengambil posisi lebih awal berbicara tentang bagaimana membangun Provinsi Papua Barat Daya ke depan sehingga provinsi ini benar-benar hadir untuk melayani seluruh elemen masyarakat termasuk mahasiswa dan juga para alumni yang sudah dan sedang berkarya di provinsi.
“Diharapkan dari kegiatan ini ada program-program yang dilahirkan khususnya kader-kader yang ada di komisarisat cabang dan juga di tingkat provinsi dan tanah Papua. Ada program yang harus disondingkan dengan para alumni sehingga ada transformasi pengetahuan dan distribusi kader pada posisi-posisi yang ada di pemerintahan maupun di luar pemerintahan,” ungkap Paul.
Sementara ditempat yang sama Ketua pelaksanaan yang juga adalah Ketua Komisariat Hukum GMNI cabang Sorong, Karlos Rompas kepada awak media mengatakan, kegiatan ini dapat terselenggara karena mahasiswa terutama kader GMNI harus mampu hadir dan berkontribusi bagi kaum tertindas atau marhain karena GMNI merupakan bagian dari mereka yang ada di Papua Barat Daya.
“Jujur saja mahasiswa yang ada d Papua Barat Daya ini belum mampu untuk membuat solusi saran bahkan rekomendasi untuk membangun tanah ini,” ungkap Karlos.
Lanjut Karlos, mahasiswa harus mampu berpikir bukan hanya GMNI saja untuk bagaimana  membangun tanah Papua tetapi semua elemen masyarakat tetapi mahasiswa akan menjadi sorotan dari seluruh masyarakat bukan saja GMNI untuk berkontribusi dalam pembangunan di Papua Barat Daya.
Sedangkan Ketua Panitia kegiatan, Mariana G.V Lembenaung atau yang lebih dikenal dengan Kaleysha Malonda kepada awak media mengatakan, peserta yang mengikuti kegiatan Diskusi Publik sangat banyak namun karena waktu pelaksanaannya terlalu mepet sehingga peserta yang hadir kali ini kurang lebih 50 orang.
Lanjut Kaleysha, sedangkan pembicara dalam kegiatan ini berasal alumni GMNi antara lain, DPP PA GMNI bidang Politik, Pemerintahan dan Hubungan Luar Negeri yang juga selaku Ketua Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay yang membawahi Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya, Paul Finsen Mayor, Anggota Bawaslu Papua Barat, Charles Imbiri, dan senior GMNI yakni Arfan dan Ricky Roseli.
“Diskusi Publik ini merupakan suatu kegiatan untuk mencari program melalui diskusi yang sekerinya menemukan hal-hal baru maka akan kami masukan dalam program kerja kami di Komisariat atau langsung diserahkan ke tingkat cabang yang kemudian akan membuat rekomendasi yang akan diserahkan kepada pemerintah daerah sebagai bukti bahwa GMNI juga ikut peduli dengan pembangunan di Provinsi Papua Barat Daya,” pungkas Kaleysha. (jason)

Related Articles

Tinggalkan Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Disable Adblock Browser Anda