Kota SorongPolitik

Go To Senayan Paul Finsen Mayor Tawarkan 3 Program Prioritas

SORONG, wartapapua.id – Setelah penetapan tanggal 28 Nopember 2023 sebagai awal dimulainya kampanye Pemilihan Umum maka seluruh peserta Pemilu mulai melaksanakan kampanye yang dimulai dengan Kampanye Diaologis yang dilakukan secara tertutup termasuk Caleg DPD RI Nomor urut 10, Paul Finsen Mayor, S.IP, CM.NNLP yang dikenal dengan PACE RAMBUT MERAH.

Dalam kampanye Dialogisnya Caleg Nomor urut 10, Paul Finsen Mayor mengusung 3 program prioritas utama yakni Pendidikan, Kesehatan dan Tenaga Kerja serta program prioritas tambahan yang juga cukup krusial seperti, Kesenian dan Seni Budaya, Olahraga dan beberapa program yang selama ini menjadi aspirasi masyarakat Papua.

Kampanye Dialogis dari Pace Rambut Merah dimulai dari Kampung paling terpencil di Kabupaten Sorong Selatan yakni Kampung Sasnek, Distrik Sawiat kemudian dilanjutkan ke Kampung Batu Lobang, Kampung Asbaken, Distrik Makbon dan terus ke Pulau Kasim, Distrik Seget Kabupaten Sorong.

Saat ditemui media ini seusai melaksanakan tatap muka dengan masyarakat Pace Rambut Merah mengatakan, kedatangan dirinya disetiap kampung selain melaksanakan kampanye dialogis dengan masyarakat, Pace Rambut Merah juga menjaring aspirasi dari masyarakat adat terkait dengan jabatannya sebagai Ketua Dewan Adat Wilayah III Doberay, Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Dijelaskan Pace Rambut Merah, Program pendidikan merupakan program utama yang saya tawarkan kepada masyarakat karena saat ini kondisi dunia pendidikan di Tanah Papua terlebih khusus di Papua Barat Daya sangat memprihatinkan dengan begitu banyaknya anak-anak asli Papua yang tidak bersekolah atau putus sekolah yang akhirnya membuat angka pengangguran sangat tinggi dan bermunculan masalah sosial yang berujung pada tindak Kriminal.

“Oleh sebab itu untuk menjawab persoalan pendidikan di Tanah Papua khususnya di Papua Barat Daya saya akan membuat asrama bagi anak-anak sekolah dari daerah terpencil yang berkeinginan untuk menempuh pendidikan di Kota Sorong dengan menyediakan orang tua asuh yang terdiri dari tokoh agama dan tenaga kesehatan yang bertugas untuk mengawasi dan membina anak-anak agar disiplin, takut Tuhan serta dapat hidup sehat dan bersih,” terang Caleg DPD RI Nomor urut 10 ini.

Selain tu juga kata Pace Rambut Merah, anak-anak putus sekolah harus diberikan perhatian khusus karena apabila mereka dibiarkan seperti sekarang maka akan merusak diri mereka sendiri maka saya akan merangkul mereka yang ingin merubah nasib mereka dengan menempuh pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) yang setelah selesai mereka dapat bekerja pada perusahaan yang akan masuk ke wilayah Papua Barat Daya.

Sementara untuk program kedua kata Pace Rambut Merah, program kedua yang tidak kalah penting adalah kesehatan. Kondisi dunia kesehatan khususnya di Papua Barat Daya membutuhkan perhatian serius dari pemerintah karena banyak sekali Puskesmas di daerah terpencil dibiarkan terbenkalai dan tidak teru us karena tidak adanya tenaga kesehatan yang menetap paada tempat tugas kalau pun ada petugas dalam melayani masyarakat juga senin kamis membuat sehingga kondisi kesehatan masyarakat menjadi persoalan.

Bukan itu saja biaya pengobatan juga menjadi persoalan karena biayanya sangat mahal sehingga muncullah istilah ‘Masyarakat miskin dilarang sakit’ karena apabila sakit dan masuk rumah sakit bila tidak memiliki kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau yang leboh dikenal dengan Kartu BPJS maka mampuslah karena tidak ada yang akan menjamin pasien tersebut.

“Oleh karena itu masalah kesehatan ini juga menjadi tanggung jawab saya selaku anak asli Papua apalagi saya juga adalah Ketua DAP maka saya akan membangun sebuah klinik untuk masyarakat miskin yang tidak mampu untuk membayar biaya pengobatan mereka, karena jangan karena biaya kesehatan yang tinggi membuat sehingga banyak orang Papua yang mati sia-sia,” terang Pace Rambut Merah.

Lanjut Pace Rambut Merah, untuk biaya pengobatan dan pemberian obat akan berbeda karena pada klinik yang saya bangun ini akan memberikan obat paten bukan obat klas 3 atau biasa dibilang orang Obat Generik sementara biaya pengobatan akan lebih murah dari biaya yang dikenakan oleh rumah sakit pemerintah maupun swasta.

Sedangkan program prioritas ketiga adalah dalam bidang ketenagakerjaan, program ketenagakerjaan ini berhubungan dengan pendidikan, karena anak-anak yang putus sekolah dan sudah mendapat pelatihan akan dirangkul untuk disalurkan ke perusahaan-perusahaan sesuai dengan bidang dan keahlian mereka yang diperoleh saat menempuh pelatihan di BLK.

“Kedepan nanti investor besar akan masuk ke wilayah Papua Barat Daya sehingga syarat untuk masuk dan ingin menanamkan modalnya di wilayah papua Barat Daya harus dapat memberikan kesempatan kerja bagi anak-anak Papua sehingga dengan demikian anak-anak yang sudah diberikan pelatihan kerja di BLK dapat disalurkan dan bekerja pada perusahaan-perusahaan tersebut,” ungkap pace Rambut Merah.

Dikatakan Pace Rambut Merah, setelah melakukan kunjungan ke Pulau Kasim dirinya akan melanjutkan ke beberapa titik yang ada di Kabupaten dan Kota Sorong dan Raja Ampat.

Setelah melakukan kunjungan ke Pulau Kasim, Paul Finsen Mayor akan melakukan pertemuan lagi di beberapa titik di Kota dan Kabupaten Sorong dan dilanjutkan ke Raja Ampat. Sekalipun di Raja Ampat sudah pernah didatangi tetapi akan dikunjungi kembali untuk memastikan bahwa masyarakat akar rumput sudah mengenal baik dengan Paul Finsen Mayor Caleg DPD RI Nomor Urut 10 karena tujuan Paul adalah masyarakat akar rumput harus benar-benar kenal dengan lelaki yang dijuluki dengan PACE RAMBUT MERAH. (jason)

Related Articles

Tinggalkan Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Disable Adblock Browser Anda